Home » Blog » Perawatan Kolostomi
Rp 850.000
Beli

Perawatan Kolostomi

Saturday, May 11th 2013. Posted in Blog

Perawatan kolostomi untuk pasien penyandang stoma perlu diperhatikan dan dijalankan dengan sungguh-sungguh agar pasien bisa hidup dengan normal. Adapun tips dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kolostomi dijelaskan sebagabai berikut :

 

Diet bagi penyandang stoma (ostomate)

Bagi penyandang stoma (ostomate), perhatian terhadap makanan/minuman yang masuk ke dalam tubuhnya adalah hal yang penting dan senantiasa diperhatikan terutama respon sensitive seseorang terhadap makanan/minuman tertentu yang akan berdampak langsung terhadap konsistensi feses yang akan dikeluarkan (bisa terjadi diare/konstipasi), tentu jika itu terjadi akan menyebabkan masalah tersendiri buat ostomet.

Berikut adalah prinsip diet pada ostomet:

  • Makanan harus mengandung serat tinggi
  • Rendah lemak
  • Bergizi
  • Dan harus disertai banyak minum
  • Dengan menerapkan prinsip tersebut diharapakan dapat meminimalkan terjadinya masalah pada proses pengeluaran sisa makanan/feses, sehingga pasien akan merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Adapun makanan yang harus dihindari adalah:

  1. Makanan yang dikhawatirkan dapat menyebabkan sumbatan. Misalnya: kelapa parut, kacang-kacangan, kulit buah, jagung
  2. Makanan yang dapat menyebabkan gasMisalnya: brokoli, kubis, sawi, nangka, durian, ubi-ubian dan minuman bersoda
  3. Makanan yang  dapat menyebabkan kotoran/bauMisalnya: bawang putih, telur, ikan, lobak, susu
  4. Makanan yang menyebabkan diareMisalnya: cabe-cabean, paprika, rujak, asinan

Dengan memahami dan melaksanakan diet tersebut diharapkan ostomat akan makin bersemangat dalam mengisi hari dan menjalankan aktivitas tanpa khawatir bermasalah pada stomanya.

 

Tips Memasang Kantong Stoma

Dalam melakukan perawatan kolostomi tidak terlepas dari cara memasang kolostomi bag. Memang terlihat mudah saat memasang kantong stoma tinggal lubangi dan tempel pd stoma, padahal tidak sesederhana dan semudah itu apalagi pada pasien yang baru menjalani operasi stoma, butuh trik dan tehnik tersendiri, jangan sampai kantung yang dibeli dgn mahal dan harusnya mampu bertahan lama karena cara pasang yang kurang tepat sehingga cepat bocor/rembes dan beresiko iritasi sehingga harus diganti segera.

Berikut ini adalah beberapa trik dan tips untuk memasang kantong kolostomi  yg baik:

  1. Siapkan alat yg diperlukan: sarung tangan, gunting, alat ukur stoma (jika ada), plastik transparan (utk membuat pola), spidol/pulpen, tissu basah, kantong plastik untuk sampah.
  2. Buat pola agar ukuran stoma pas dengan menggunakan plastik transparan, dan yang wajib diingat adalah buat pola sesuaikan dengan tepi stoma yg menempel pada kulit perut/abdomen bukan pada ujung atas stoma.
  3. Bersihkan daerah kulit sekitar stoma lalu keringkan (harus benar-benar kering) Tips: Bersihkan  dengan tisu basah sampai benar-benar bersih, kesat dan kering, boleh di tambahkan sedikit sabun cair, bersihkan berulang-ulang dengan kasa/tisu basah. Untuk meyakinkan sudah benar-benar kering dan bersih, cek dengan jari tangan (tanpa sarung tangan) jika sudah kesat dan kering berarti sudah siap utk di pasang kantong.
  4. Pindahkan pola pada bagian kantong stoma yg akan melekat pada kulit, lalu gunting kantong sesuai pola .Tips: harus hati-hati saat menggunting jangan sampai kantung stoma robek/tergunting…INGAT kantung stoma mahal harganya usahakan bisa bertahan lama saat dipakai.
  5. Lepas kertas pada kantong stoma dan cek kembali apakah sudah pas dgn stoma. Tips: cek dengan menggunakan kertas yg menempel pd kantong stoma bukan langsung kantungnya, jika kurang pas bisa disesuaikan kembali  . Jika pola sudah yakin pas, silahkan tempel kantong stoma dengan melipat setengah bagian kantung stoma. Tips: lipat sebagian untuk memudahkan kita melihat lubang stoma pas pada tepi stoma
  6. Yakinkan kantong stoma sudah merekat dgn baik. Tips: ratakan kantong stoma dengan jari tangan agar merekat lbh baik
  7. Agar lebih aman, boleh ditambah plester pada tepi kantong stoma yang menempel di kulit perut pasien.
  8. Jika masih juga sering bocor dalam waktu kurang dari 3 hari,mungkin diperlukan assesoris yg lain (seal, pasta) atau juga jenis kantong yg lain (sesuai dgn kondisi lipatan perut dll);  silahkan konsultasikan dengan perawat khusus stoma yg sudah terlatih.

 

Irigasi kolostomi

 

Perawatan irigasi kolostomi

Irigasi Stoma

Irigasi stoma adalah suatu cara untuk mengeluarkan isi kolon ( feses ), dilakukan secara terjadwal dengan memasukkan sejumlah air dengan suhu yang sama dengan tubuh / hangat.Tujuan tindakan ini adalah merangsang kontraksi usus sehingga mendorong keluarnya isi kolon ( feses ). Tindakan ini dapat dilakukan pada saat luka operasi sudah benar-benar sembuh, dan tidak ada lagi rencana tindakan lanjutan seperti, kemoterapi / radiasi, atau dapat dilakukan setalah 3 bulan setelah selesai radiasi / kemoterapi. Manfaat tindakan ini adalah feses akan keluar secara teratur / terjadwal, mengurangi pembentukan gas, meminimalkan komplikasi di stoma, mencegah konstipasi, mengurangi penggunaan kantong dan meningkatkan rasa percaya diri.

 

Indikasi

Irigasi kolostomi dapat dilakukan pada pasien dengan kolostomi desenden / sigmoid, karena feses mereka sudah terbentuk, pasien dengan riwayat bab regular, pasien yang mampu melakukan prosedur irigasi.

 

Kontraindikasi

Irigasi kolostomi tidak dapat dilakukan pada pasien dengan riwayat iritable bowel syndrom, stoma pada kolon asenden dan tranversum, stoma prolaps dan hernia peristoma, pasien dengan kemoterapi, radiasi pelvis, pasien dengan diagnosis yang buruk / diare, dan pasien dengan urostomi dan ileustomi

Waktu irigasi stoma :

  • Paling efektif dilakukan 1 jam setelah makan, karena kolon sudah terisi penuh
  • Dilakukan 1 x sehari atau lebih tergantung dari keteraturan usus
  • Harus dilakukan secara rutin dan pada waktu yang sama
  • Waktu yang digunakan selama irigasi sekitar 30 – 90 menit
  • Kira-kira 6-8 minggu diharapkan pola eliminasi menjadi teratur

Alat-alat yang digunakan :

  • Kantung irigasi
  • Plastik irigasi
  • Pengontrol aliran air
  • Cone – tip
  • Air irigasi ( air matang hangat )
  • Kantung stoma yang bersih
  • Jelly, tali untuk mengikat, klip

Prosedur irigasi kolostomi :

  1. Cuci tangan, jelaskan kembali prosedur jika diperlukan.
  2. Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan ( di kamar mandi ).
  3. Jaga privasi.
  4. Pasien dalam posisi duduk di kloset.
  5. Isi kantong irigasi dengan air yang tersedia ( air hangat / air khusus untuk irigasi)
  6. dan gantung pada tempat yg tinggi ( tiang infus / dinding ).
  7. Alirkan air ke dalam selang, hindari adanya udara dalam selang.
  8. Siap untuk memulai irigasi kolostomi.
  9. Lepaskan kantung stoma lalu pasang plastik irigasi dan masukkan ujung selang
  10. kedalam stoma.
  11. Letakkan plastik irigasi ke dalam kloset untuk memfasilitasi pengeluaran ke
  12. dalam kloset.
  13. Hubungkan cone-tip cateter dengan kateter dan beri jelly.
  14. Masukkan cone-tip ke dalam stoma dan tangan tetap memegang cone-tip untuk
  15. menahan..
  16. Alirkan air dengan aliran yang cukup ( 10 – 15 menit ), lambatkan aliran jika
  17. terdapat tanda-tanda kram abdomen.
  18. Klem kateter dan tutup stoma 15 – 20 menit
  19. Satu jam kemudian pengeluaran akan terjadi, biarkan sampai semua feses keluar.
  20. Bersihkan area stoma dengan sabun lembut dan air.
  21. Pasang kembali kantung stoma.
  22. Catat tindakan yang dilakukan dan perhatikan warna dan kondisi stoma dan kulit
  23. peristoma, catat warna, konsistensi dan jumlah feses yang keluar.
  24. Cuci tangan dan rapihkan alat.

Komplikasi Irigasi Kolostomi & Penanganannya :

Komplikasi

Penyebab

Manajemen

Kram abdomen

· Air terlalu dingin

· Aliran terlalu cepat

· Tube berisi udara

Kurangi kecepatan aliran

Anjurkan nafas dalam selama kram hilang

Respon Vasovagal

Stimulus yang berlebihan pada nervus vagal

Hentikan irigasi, cek tekanan darah

Cairan tidak kembali keluar

Dehidrasi

Tambahkan air hingga 2.000 cc

Edukasi untuk minum banyak

 

Kantong Kolostomi

Kantong kolostomi bag adalah kantong plastik khusus yang di bagian belakangnya terdapat perekat / skin barrier untuk melekatkan kantong pada dinding perut pasien. Ada 2 bentuk skin barrier yaitu bentuk datar (flat) dan bentuk cekung (convex). Bentuk convex dipakai untuk stoma yang mengalami retraksi sehingga ketika feses keluar tidak berkontak langsung dengan kulit di sekitar stoma; dengan demikian dapat dihindari terjadinya iritasi kulit di sekitar stoma.

 

Terdapat 2 tipe kantong kolostomi yaitu:

–          One-piece

Kantong dan skin barrier tidak dapat dilepaskan (sudah menjadi satu kesatuan).

–          Two-piece/Tandem

Kantong dan skin barrier dapat dilepas. Pada skin barrier terdapat ring untuk memasang kantong.

 

Jenis Kolostomi Bag

Jenis-Jenis Kolostomi Bag

 

Berdasarkan bentuk ring-nya, skin barrier dapat dibedakan atas 2 jenis:

–          Floating flange:

Antara ring dan skin barrier dapat disisipkan jari sehingga waktu memasang kantong, tidak perlu menekan dinding perut pasien. Sistim ini sangat bermanfaat pada saat memasang kantong pada pasien yang baru selesai menjalani operasi kolostomi.

–          Stationary flange :

Antara ring dan skin barrier tidak dapat disisipkan jari sehingga untuk memasang kantong perlu menekan dinding perut pasien.

 

Berdasarkan ukuran lubang di skin barrier, kita mengenal 2 jenis skin barrier :

-          Pre-sized:

Skin barrier dengan ukuran lubang yang sudah tetap (misalnya: 19 mm, 25 mm, 32 mm, dst).

-          Cut-to-fit:

Skin barrier yang lubangnya dapat digunting untuk menyesuaikan dengan besarnya stoma. Untuk mempermudah pembuatan lubang, biasanya pada skin barrier terdapat lingkaran-lingkaran sebagai petunjuk arah pemotongan.

 

Ada 2 macam kantong kolostomi, yaitu:

-          Closed colostomy bag:

Kantong yang bagian bawahnya tertutup (biasanya untuk sekali pakai/disposable)

-          Drainable colostomy bag:

Kantong yang bagian bawahnya terbuka sehingga kotoran dapat dikeluarkan tanpa perlu melepaskan kantongnya. Untuk kantong jenis ini tersedia klem/penjepit untuk menutup ujung kantong saat dipakai.

 

” DILARANG KERAS MENG-COPY DAN MENYEBARKAN TULISAN INI SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA TANPA SEIZIN ADMIN GROSIR-ALATKESEHATAN.COM KARENA ARTIKEL INI DILINDUNGI OLEH UNDANG-UNDANG”

 

KEPUSTAKAAN

  1. Hampton G. Beverly, Bryant A Ruth : Ostomies And Continent Diversions, Nursing Management; Mosby Year Book, 1992.
  2. Potter et al. Canadian Fundamentals of Nursing 3rd ed.2006, Elsevier Canada.
  3. Gutman Nancy, RN CWOCN : United Ostomy Association of America Inc.: Colostomy Guide : a publication of the United Ostomy Association of America Inc., 2011.

Leave a Reply

Rp 75.600
Beli
Rp 850.000
Beli
Testimoni
RECOMMENDED
lazada.com
Produk Terbaru